Aku dapatkan tulisan ini dari seorang kakak yang sangat berpengaruh buat hidupku. Yap, mbak Nurul Fauziah. Gak tau pastinya entah tulisan siapa. Sebelumnya saya izin buat penulisnya, izin karena telah mengutip tulisan anda atau bahkan memposting tulisan ini. karena menurut saya ini sangat bermanfaat bagi banyak orang. Terima kasih sebelumnya atas izin yg diberikan… (ih..sok dikasi izin, hehe..).
Sehabis subuh, aku membuka laptop. Ketika aku membuka-buka data-data yang ada di flashdisk ku. Aku lihat ada data yang tidak aku kenal. “Cinta Begitu Senja in real live”, itulah judulnya. Setelah aku ingat-ingat, sore itu mbak zee (panggilan gaul mbak nurul fauziah) memberiku sebuah tulisan. “dek, ni ada bacaan bagus. Baca ya, ni mbak tarok di flashdisk adek” ungkapnya.
Aku tak mengerti apa tujuan mbak beib (panggilan sayangku untuk mbak zee) memberikan tulisan ini. lucu rasanya dikasih tulisan ini. Namun, aku ingin tetap mengucapkan terima kasih untuk mbak beib, karena setelah aku baca tulisan ini, aku mengambil suatu kesimpulan, komunikasi itu SANGA T PENTING untuk urusan apapun. Kalau untuk masalah cinta, menurut tulisan ini sih harus dikomunikasikan juga, “ungkapkan cintamu”, jangan sampai menyesal di akhirnya. Hemmm… luar biasa…
Untuk kawan-kawan yang ingin menikmati cerita ini juga, selamat membaca….
Cinta Begitu Senja in real live
Isa Alamsyah
Jika Anda sudah membaca cerpen karya Asma Nadia berjudul "Cinta Begitu Senja" pada salah satu cerpen di buku "Emak Ingin Naik Haji" kisah di bawah ini mungkin sedikit mirip. Hanya saja kisah di bawah ini adalah kisah nyata yang kita bisa belajar darinya. Kisah ini banyak beredar di internet, sudah dicopy paste di mana-mana jadi agak sulit mengungkap narasumber aslinya. Semoga yang menulis mendapat pahala.
Silakan simak dan ambil hikmahnya:
Kisah ini terjadi di beijing Cina, seorang gadis bernama Yo Yi Mei memiliki cinta terpendam terhadap teman karibnya di masa sekolah. Namun ia tidak pernah mengungkapkannya, Ia hanya selalu menyimpan di dalam hati dan berharap temannya bisa mengetahuinya sendiri. Tapi sayang temannya tak pernah mengetahuinya, hanya menganggapnya sebagai sahabat, tak lebih.
Suatu hari Yo Yi Mei mendengar bahwa sahabatnya akan segera menikah hatinya sesak, tapi ia tersenyum “Aku harap kau bahagia“.
Sepanjang hari Yo Yi Mei bersedih, ia menjadi tidak ada semangat hidup, tapi dia selalu mendoakan kebahagiaan sahabatnya. 12 Juli 1994 sahabatnya memberikan contoh undangan pernikahannyayang akan segera dicetak kepada Yi mei, ia berharap Yi Mei akan datang, sahabatnya melihat Yi Mei yang menjadi sangat kurus & tidak ceria bertanya“Apa yang terjadi dengamu , kau ada masalah?
Yi mei tersenyum semanis mungkin ” Kau salah lihat, aku tak punya masalah apa apa, wah contoh undanganya bagus, tapi aku lebih setuju jika kau pilih warna merah muda, lebih lembut …” Ia mengomentari rencana undangan sahabatnya tesebut.
Sahabatnya tersenyum “ Oh ya, ummm aku kan menggantinya, terimakasih atas sarannya Mei, aku harus pergi menemui calon istriku, hari ini kami ada rencana melihat lihat perabotan rumah … daag“. Yi Mei tersenyum, melambaikan tangan, hatinyayang sakit.
18 Juli 1994 Yi Mei terbaring di rumah sakit, Ia mengalami koma,Yi Mei mengidap kanker darah stadium akhir. Kecil harapan Yi Mei untuk hidup,semua organnya yang berfungsi hanya pendengaran, dan otaknya, yang lain bisa dikatakan “Mati“ dan semuanya memiliki alat bantu, hanya muzizat yang bisa menyembuhkannya.
Sahabatnya setiap hari menjenguknya, menunggunya, bahkan ia menunda pernikahannya. Baginya Yi Mei adalah tamu penting dalam pernikahannya.Keluaga Yi Mei sendiri setuju memberikan “Suntik Mati“ untuk Yi Mei karena tak tahan melihat penderitaan Yi Mei.
10 Desember 1994 Semua keluarga setuju besok 11 Desember 1994 Yi Mei akan disuntik matidan semua sudah ikhlas, hanya sahabat Yi Mei yang mohon diberi kesempatan berbicara yang terakhir, sahabatnya menatap Yi Mei yang dulu selalu bersama.
Ia mendekat berbisik di telinga Yi Mei“ Mei apa kau ingat waktu kita mencari belalang, menangkap kupu kupu?...kau tahu, aku tak pernah lupa hal itu, dan apa kau ingat waktu disekolah waktu kita dihukum bersama gara gara kita datang terlambat,kita langganan kena hukum ya? “
“Apa kau ingat juga waktu aku mengejekmu, kau terjatuh di lumpur saat kau ikut lomba lari, kau marah dan mendorongku hingga aku pun kotor ?...Apakah kau ingat aku selalu mengerjakan PR di rumahmu? ...Aku tak pernah melupakan hal itu … “
“Mei, aku ingin kau sembuh, aku ingin kau bisa tersenyum seperti dulu, aku sangat suka lesung pipitmu yang manis, kau tega meninggalkan sahabatmu ini ?....”Tanpa sadar sahabat Yi Mei menangis, air matanya menetes membasahi wajah Yi Mei
“ Mei...kau tahu, kau sangat berarti untukku, aku tak setuju kau disuntik mati, rasanya aku ingin membawamu kabur dari rumah sakit ini, aku ingin kau hidup, kau tahu kenapa ?...karena aku sangat mencintaimu, aku takut mengungkapkan padamu, takut kau menolakku “
“ Meskipun aku tahu kau tidak mencintaiku, aku tetap ingin kau hidup,Aku ingin kau hidup, Mei tolonglah, Dengarkan aku Mei … bangunlah …. !! “Sahabatnya menangis, ia menggengam kuat tangan Yi Mei“ Aku selalu berdoa Mei, aku harap Tuhan berikan keajaiban buatku, Yi Mei sembuh, sembuh total.Aku percaya, bahkan kau tahu?.. aku puasa agar doaku semakin didengar Tuhan “
“ Mei aku tak kuat besok melihat pemakamanmu, kau jahat ... !!kau sudah tak mencintaiku, sekarang kau mau pergi, aku sangat mencintaimu…aku menikah hanya ingin membuat dirimu tidak lagi dibayang-bayangi diriku sehingga kau bisa mencari pria yang selalu kau impikan, hanya itu Mei … “
“Seandainya saja kau bilang kau mencintaiku, aku akan membatalkan pernikahanku, aku tak peduli … tapi itu tak mungkin, kau bahkan mau pergi dariku sebagai sahabat“
Sahabat Yi mei mengecup pelan dahi Yi Mei, ia berbisik” Aku sayang kamu, aku mencintaimu ” suaranya terdengar parau karena tangisan.Dan apa yang terjadi ?....Its amazing !! ” CINTA “ bisa menyembuhkan segalanya.
7 jam setelah itu dokter menemukan tanda tanda kehidupan dalam diri Yi Mei,jari tangan Yi Mei bisa bergerak, jantungnya, paru parunya, organ tubuhnya bekerja, Sungguh sebuah keajaiban !!Pihak medis menghubungi keluarga Yi Mei dan memberitahukan keajaiban yang terjadi.Dan sebuah mujizat lagi … masa koma lewat ….pada tgl 11 Des 1994
14 Des 1994 Saat Yi Mei bisa membuka mata dan berbicara,sahabatnya ada disana, ia memeluk Yi Mei menangis bahagia, dokter sangat kagum akan keajaiban yang terjadi.“ Aku senang kau bisa bangun, kau sahabatku terbaik “ sahabatnya memeluk erat Yi Mei
Yi Mei tersenyum “ Kau yang memintaku bangun, kau bilang kau mencintaiku,tahukah kau aku selalu mendengar kata-kata itu, aku berpikir aku harus berjuang untuk hidup ““Lei, aku mohon jangan tinggalkan aku ya, aku sangat mencintaimu ”Lei memeluk Yi Mei “ Aku sangat mencintaimu juga “
17 Februari 1995 Yi Mei & Lei menikah, hidup bahagiadan sampai dengan saat ini pasangan ini memiliki 1 orang anak laki laki yang telah berusia 14 tahun. Kisah ini sempat menggemparkan Beijing.
Apa hikmah dari kisah ini? Cinta adalah keajaiban. Kekuatan Cinta...Ya itu yang banyak dibahas dibahas di internet.
Tapi saya justru ingin mengambil sudut pandang lain.
Apa yang ingin saya sampaikan? KOMUNIKASI dan ASUMSI.
Betapa banyak orang menderita hidupnya hanya karena dua hal ini, salah ASUMSI dan salah KOMUNIKASI.
Jangan BERASUMSI atas HASIL sebelum MENCOBA.
Saya takut menyerahkan naskah, takut ditolak penerbit...
Saya takut minta naik gaji, nanti dianggap gak tahu diri...
Saya takut melamarnya nanti ditolak...
Saya takut ikut lomba nanti kalah...
Jangan BERASUMSI atas HATI orang lain.
Jangan BERASUMSI atas pikiran orang lain.
Telusuri dulu, jangan sampai hanya karena ASUMSI sampai mengorbankan diri sendiri.
Jangan takut MENGUNGKAPKAN apa yang ada dalam hati atau pikiran, lakukan KOMUNIKASI.
Anda bekerja tidak pernah naik gaji, padahal sudah lama. Anda berharap bos pengertian tapi tidak ada reaksi.
Dulu Anda bujang lalu, menikah, gaji tidak naik juga. Anda berharap bos pengertian tapi tetap gaji tidak naik.
Lalu Anda punya anak, biaya hidup meningkat. Anda berharap bos pengertian tapi tetap gaji tidak naik.
Akhirnya gaji Anda tidak naik-naik.
Di sisi lain Bos Anda merasa membayar Anda cukup mahal untuk pegawai bujang.
Ketika Anda menikah, sang Bos merasa gaji Anda memang sudah cukup besar untuk pasangan muda.
Apalagi Bos berasumsi Anda menikah dengan pasangan yang berpenghasilan, jadi hidup Anda makin makmur.
Ketika Anda punya anak, Anda tidak minta naik gaji dan tetap semangat kerja, jadi Bos merasa Anda sudah merasa cukup. Bos Anda berpikir selama tidak diminta naikkan gaji, kenapa harus repot-repot naikkan gaji. Walah.
Kuncinya KOMUNIKASI. Komunikasikan KEINGINAN, PERASAN, PIKIRAN Anda dengan baik di rumah, di kantor, di sekolah di mana saja.
MENGKOMUNIKASIKAN jauh lebih baik daripada MENGAMSUMSIKAN.
Mungkin setelah KOMUNIKASI hasil bisa baik atau tidak sesuai dengan harapan.
Tapi paling tidak kita tidak hidup di awang-awang.
Jika Anda optimal menggunakan kekuatan KOMUNIKASI Mungkin akan memberi hasil lebih baik dan membuat hidup Anda lebih mudah.
Kalau masih tidak percaya pentingnya mengkomuniskasikan diri, silahkan baca "Cinta Begitu Senja" di buku Emak Ingin Naik Haji". Siap-siap urut dada.
Siti Nurjannah Tambunan
It's me..
Mengenai Saya
- Siti Nurjannah Tambunan
- Medan, Sumatera Utara, Indonesia
- Aku diberi nama Siti Nurjannah tambunan. dengan nama itu, orang tuaku mengharapkan aku akan menjadi salah satu penghuni Jannah-Nya. namun, yang harus mereka tau, bukan hanya mereka yang menginginkan aku menjadi penghuni Jannah itu, namun aku juga mau membawa mereka ke dalamnya. 24 November 1991 silam aku dilahirkan dari rahim seorang wanita tangguh yang bernama Siti saidah. Ia membesarkanku bersama ayahanda Maratais tambunan. saat ini aku baru saja memulai studi S1 ku di IAIN-SU di Fakultas tarbiyah, Pendidikan Matematika. aku masih semester III. selain sebagai seorang mahasiswa, aku juga seorang Kru PERS LPM DINAMIKA IAIN-SU. Alhamdulillah, aku terpilih sebagai seorang fotografer.
Jumat, 12 November 2010
Kamis, 11 November 2010
aku ingin berangkat PJTLN ""
Aku ingin berangkat PJTLN Salam Ulos
Sebelum menulis essay yang baru saja kupelajari, aku punya sedikit omelan. “Setauku baru kali ini Dinamika mengadakan seleksi untuk menyaring kru yang akan jihad bil Qolamiha fi sabilillah”.( Ce-ciiee… mentang-mentang kuliah di IAIN jadi pakek bahasa arab). Ya begitulah, berbeda pemimpin, berbeda kepemimpinannya. Aku sangat setuju dengan dewan redaksi yang memutuskan membuat seleksi seperti ini, secara tidak langsung kalian telah memaksa kami untuk belajar lagi. Contohnya saja, akibat perbuatan kalian membuat perlombaan seperti ini, aku jadi:
1. Mempelajari apa itu essay
Sebab, sebelum ada seleksi ini, yang saya ketahui “essay” itu hanya sebuah nama yang menyatakan salah satu dari macam-macam tulisan. Aku sudah pernah membaca essay, namun tak pernah mempelajarinya. Hem… salut buat dewan redaksi…
2. Lebih termotivasi untuk menulis.
Jujur, aku sangat cemburu dengan mbak zee dan fauzan yang tulisannya sudah pernah dimuat di surat kabar. Cemburu sama bg molen yang cerpennya gak ada matinya, dan cemburu ma lulu n romi yang bisa memenangkan kompetisi menulis dan pergi ke padang halaban. Selama ini keinginan dan niat untuk menjadi penulis itu ada, bahkan sangat besar. Namun, cita-cita tinggi itu jarang aku wujudkan dengan kesepuluh jariku ini.
Berawal dari tawaran pak syahruddin (Pembina LPM dinamika) yang menawarkan untuk mengajari kita di dalam menulis profil, sejak itulah aku mempunyai niat yang besar untuk belajar menulis profil. Kemudian, karena adanya gebrakan dewan redaksi yang mengganti semua profil UKK-UKM yang amburadul menjadi layaknya sebuah profil, sejak itulah aku merealisasikan keinginan itu dengan profil Menwa. Alhamdulillah, tulisan profilku gak malu-maluin keluarga besar Tambunan. Ternyata, tulisanku itu menjadi salah satu contoh profil yang dijadikan contoh kru lain untuk menulis profil yang sedang ditanganinya. AKHIRNYA, sewaktu tadi siang datang ke secret, mengetahui bahwa salah satu syarat mengikuti PJTLN di Salam Ulos adalah adanya seleksi dengan cara membuat essay. Sejak detik itulah aku berpikir aku pasti bisa menulis essay. Dan malam ini adalah saksi dari keseriusanku. AKU HARUS BISA MENULIS ESSAY. Aku gak terlalu terobsesi mengikuti PJTLN di Salam Ulos ini, namun yang aku ambil dari sini adalah, aku mengikuti permainan dari dewan redaksi ini untuk memotivasi diriku sendiri untuk lebih bisa menulis.
Ya sudahlah… itu dia omelan yang aku maksud, sekarang waktunya menulis ESSAY yang kalian minta. Eh, sebelumnya, yang aku tulis tu jenisnya apa ya??? Essay kah??? Entahlah…
Sekali lagi,,,
Aku ingin berangkat PJTLN Salam Ulos
A. Mahasiswa dengan Menulis
Kalau aku ditanya apa salah salah satu kewajiban seorang mahasiswa? Aku akan menjawab, menulis. Kenapa? Karena kita belajar dari tulisan, kita membaca buku. Buku itu ditulis oleh penulis. Jikalau mahasiswa hanya membaca buku, siapa nantinya yang akan menulis? Maka habislah buku, tidak ada lagi tulisan. Karena begitu pentingnya tulisanlah sehingga mahasiswa itu penting untuk menulis. Siapa lagi kalau bukan mahasiswa?.
B. LPM DINAMIKA dengan Menulis
Sudah banyak bukti bahwa seorang wartawan/penulis di media massa ataupun media cetak berawal dari sebuah Pers Mahasiswa. Contoh dekatnya, Abangda Ali Murthado, abangda Sapriadi, dan abangda Rahmad fansur yang telah menjadi penulis dan wartawan. Jadi kalau ada pertanyaan bagaimana cara mudah bagi seorang mahasiswa IAIN untuk menjadi seorang penulis atau wartawan?. Masuk LPM Dinamikalah jawabannya.
C.KRU PERS LPM DINAMIKA dengan Menulis
Diatas sudah aku katakan bahwa cara mudah mahasiswa IAIN-SU untuk menjadi penulis atau wartawan adalah memasuki LPM DINAMIKA. Pernyataan itu memang benar dan pasti akan benar-benar terjadi jika kru pers sungguh-sungguh didalam mencapai keinginan itu. kesalahan fatal yang telah kami lakukan adalah terkadang kami mengabaikan kesempatan itu. mungkin banyak orang-orang yang ingin seperti kami. (Hem…baru nyadar). Untuk itu, kami sebagai krupers, aku khususnya, Jannah ingin menjadi wartawan handal. Pasrinya bukan hanya niat, namun direlisasikan, belajr dan terus belajar. Eh,,, lupa, 1 lagi, HARUS IKUT PELATIHAN JURNALISTIK DASAR MAUPUN LANJUT. (hihihihi,,, ngarep terus…)
D. Pentingnya Pelatihan Jurnalistik bagi KRUPERS LPM DINAMIKA
Pada hakikatnya semua orang wajib menulis. bukan hanya Pers saja yang mempunyai tugas untuk menulis. Semua orang harus bisa menulis, mulai dari presiden, mentri, dokter, polisi, dosen, guru, mahasiswa dan siswa. Sebab, mau tidak mau apapun itu profesinya, itu semua membutuhkan ilmu yang didapat dari buku. Semua ilmu kita dapatkan dari tulisan. Itulah mengapa penting untuk menulis.
Tidaklah dikatakan sah seorang PERS jikalau belum mengikuti pelatihan jurnalistik. Layaknya seorang TNI, tidak sah kalau belum mengikuti pelatihan militer. Begitu juga di LPM Dinamika IAIN-SU, jangan katakan kita seorang wartawan kampus kalau belum menikuti PJTD dan PJTLN. Sebab kerja pers adalah, membaca, meliput, dan menulis. Begitu juga dengan aku yang ingin menjadi seorang wartawan sesungguhnya, pastinya aku harus mengikuti PJTD dan PJTLN. Alhamdulillah aku sudah 2 kali mengikuti PJTD, yaitu PJTD yang diadakan LDK dan SUARA USU. Sekarang aku tinggal melanjutkan PJTD ku itu saja untuk ngantri menunggu giliran ikutan PJTLN(aamiin…).
Pelatihan Jurnalistik ada dua macam, yaitu
1. Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar.
Pelatihan ini adalah pelatihan tentang dasar-dasar jurnalistik. Pelatihan menulis berita, menulis feature, dan ilmu jurnalistik dasar lainnya. Yang dibahas dalam pelatihan ini hanya kulit-kulit dari ilmu jurnalistik. Biasanya pemateri yang didatangkan adalah penulis-penulis ataupun wartawan daerah.
2. Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional.
Bedanya dengan pelatihan jurnalistik tingkat dasar adalah, pelatihan ini mengupas ilmu jurnalistik yang sudah kita dapatkan dari PJTD agar menjadi ilmu yang sempurna. Hal ini aku simpulkan dari artikel-artikel orang. Aku belum mengerti betul bagaimana pastinya PJTLN ini. karena itulah AKU INGIN BERANGKAT PJTLN SALAM ULOS. Biar aku tau gimana sih PJTLN itu. (hehe..ngarep…)
PERS; membaca, meliput, dan menulis hasil liputannya. Namun masalah yang sering kita hadapi adalah kesulitan reporter untuk menuliskan beritanya. Disinilah peran pelatihan jurnalistik, belajar untuk mempermudah menuliskan berita. Banyak juga harapan-harapan lain yang diharapkan dengan adanya pelatihan jurnalistik ini, pastinya untuk mendewasakan seorang jurnalis.
22:15 / 11 November 2010
Jannah binti Maratais Tambunan
Sebelum menulis essay yang baru saja kupelajari, aku punya sedikit omelan. “Setauku baru kali ini Dinamika mengadakan seleksi untuk menyaring kru yang akan jihad bil Qolamiha fi sabilillah”.( Ce-ciiee… mentang-mentang kuliah di IAIN jadi pakek bahasa arab). Ya begitulah, berbeda pemimpin, berbeda kepemimpinannya. Aku sangat setuju dengan dewan redaksi yang memutuskan membuat seleksi seperti ini, secara tidak langsung kalian telah memaksa kami untuk belajar lagi. Contohnya saja, akibat perbuatan kalian membuat perlombaan seperti ini, aku jadi:
1. Mempelajari apa itu essay
Sebab, sebelum ada seleksi ini, yang saya ketahui “essay” itu hanya sebuah nama yang menyatakan salah satu dari macam-macam tulisan. Aku sudah pernah membaca essay, namun tak pernah mempelajarinya. Hem… salut buat dewan redaksi…
2. Lebih termotivasi untuk menulis.
Jujur, aku sangat cemburu dengan mbak zee dan fauzan yang tulisannya sudah pernah dimuat di surat kabar. Cemburu sama bg molen yang cerpennya gak ada matinya, dan cemburu ma lulu n romi yang bisa memenangkan kompetisi menulis dan pergi ke padang halaban. Selama ini keinginan dan niat untuk menjadi penulis itu ada, bahkan sangat besar. Namun, cita-cita tinggi itu jarang aku wujudkan dengan kesepuluh jariku ini.
Berawal dari tawaran pak syahruddin (Pembina LPM dinamika) yang menawarkan untuk mengajari kita di dalam menulis profil, sejak itulah aku mempunyai niat yang besar untuk belajar menulis profil. Kemudian, karena adanya gebrakan dewan redaksi yang mengganti semua profil UKK-UKM yang amburadul menjadi layaknya sebuah profil, sejak itulah aku merealisasikan keinginan itu dengan profil Menwa. Alhamdulillah, tulisan profilku gak malu-maluin keluarga besar Tambunan. Ternyata, tulisanku itu menjadi salah satu contoh profil yang dijadikan contoh kru lain untuk menulis profil yang sedang ditanganinya. AKHIRNYA, sewaktu tadi siang datang ke secret, mengetahui bahwa salah satu syarat mengikuti PJTLN di Salam Ulos adalah adanya seleksi dengan cara membuat essay. Sejak detik itulah aku berpikir aku pasti bisa menulis essay. Dan malam ini adalah saksi dari keseriusanku. AKU HARUS BISA MENULIS ESSAY. Aku gak terlalu terobsesi mengikuti PJTLN di Salam Ulos ini, namun yang aku ambil dari sini adalah, aku mengikuti permainan dari dewan redaksi ini untuk memotivasi diriku sendiri untuk lebih bisa menulis.
Ya sudahlah… itu dia omelan yang aku maksud, sekarang waktunya menulis ESSAY yang kalian minta. Eh, sebelumnya, yang aku tulis tu jenisnya apa ya??? Essay kah??? Entahlah…
Sekali lagi,,,
Aku ingin berangkat PJTLN Salam Ulos
A. Mahasiswa dengan Menulis
Kalau aku ditanya apa salah salah satu kewajiban seorang mahasiswa? Aku akan menjawab, menulis. Kenapa? Karena kita belajar dari tulisan, kita membaca buku. Buku itu ditulis oleh penulis. Jikalau mahasiswa hanya membaca buku, siapa nantinya yang akan menulis? Maka habislah buku, tidak ada lagi tulisan. Karena begitu pentingnya tulisanlah sehingga mahasiswa itu penting untuk menulis. Siapa lagi kalau bukan mahasiswa?.
B. LPM DINAMIKA dengan Menulis
Sudah banyak bukti bahwa seorang wartawan/penulis di media massa ataupun media cetak berawal dari sebuah Pers Mahasiswa. Contoh dekatnya, Abangda Ali Murthado, abangda Sapriadi, dan abangda Rahmad fansur yang telah menjadi penulis dan wartawan. Jadi kalau ada pertanyaan bagaimana cara mudah bagi seorang mahasiswa IAIN untuk menjadi seorang penulis atau wartawan?. Masuk LPM Dinamikalah jawabannya.
C.KRU PERS LPM DINAMIKA dengan Menulis
Diatas sudah aku katakan bahwa cara mudah mahasiswa IAIN-SU untuk menjadi penulis atau wartawan adalah memasuki LPM DINAMIKA. Pernyataan itu memang benar dan pasti akan benar-benar terjadi jika kru pers sungguh-sungguh didalam mencapai keinginan itu. kesalahan fatal yang telah kami lakukan adalah terkadang kami mengabaikan kesempatan itu. mungkin banyak orang-orang yang ingin seperti kami. (Hem…baru nyadar). Untuk itu, kami sebagai krupers, aku khususnya, Jannah ingin menjadi wartawan handal. Pasrinya bukan hanya niat, namun direlisasikan, belajr dan terus belajar. Eh,,, lupa, 1 lagi, HARUS IKUT PELATIHAN JURNALISTIK DASAR MAUPUN LANJUT. (hihihihi,,, ngarep terus…)
D. Pentingnya Pelatihan Jurnalistik bagi KRUPERS LPM DINAMIKA
Pada hakikatnya semua orang wajib menulis. bukan hanya Pers saja yang mempunyai tugas untuk menulis. Semua orang harus bisa menulis, mulai dari presiden, mentri, dokter, polisi, dosen, guru, mahasiswa dan siswa. Sebab, mau tidak mau apapun itu profesinya, itu semua membutuhkan ilmu yang didapat dari buku. Semua ilmu kita dapatkan dari tulisan. Itulah mengapa penting untuk menulis.
Tidaklah dikatakan sah seorang PERS jikalau belum mengikuti pelatihan jurnalistik. Layaknya seorang TNI, tidak sah kalau belum mengikuti pelatihan militer. Begitu juga di LPM Dinamika IAIN-SU, jangan katakan kita seorang wartawan kampus kalau belum menikuti PJTD dan PJTLN. Sebab kerja pers adalah, membaca, meliput, dan menulis. Begitu juga dengan aku yang ingin menjadi seorang wartawan sesungguhnya, pastinya aku harus mengikuti PJTD dan PJTLN. Alhamdulillah aku sudah 2 kali mengikuti PJTD, yaitu PJTD yang diadakan LDK dan SUARA USU. Sekarang aku tinggal melanjutkan PJTD ku itu saja untuk ngantri menunggu giliran ikutan PJTLN(aamiin…).
Pelatihan Jurnalistik ada dua macam, yaitu
1. Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar.
Pelatihan ini adalah pelatihan tentang dasar-dasar jurnalistik. Pelatihan menulis berita, menulis feature, dan ilmu jurnalistik dasar lainnya. Yang dibahas dalam pelatihan ini hanya kulit-kulit dari ilmu jurnalistik. Biasanya pemateri yang didatangkan adalah penulis-penulis ataupun wartawan daerah.
2. Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional.
Bedanya dengan pelatihan jurnalistik tingkat dasar adalah, pelatihan ini mengupas ilmu jurnalistik yang sudah kita dapatkan dari PJTD agar menjadi ilmu yang sempurna. Hal ini aku simpulkan dari artikel-artikel orang. Aku belum mengerti betul bagaimana pastinya PJTLN ini. karena itulah AKU INGIN BERANGKAT PJTLN SALAM ULOS. Biar aku tau gimana sih PJTLN itu. (hehe..ngarep…)
PERS; membaca, meliput, dan menulis hasil liputannya. Namun masalah yang sering kita hadapi adalah kesulitan reporter untuk menuliskan beritanya. Disinilah peran pelatihan jurnalistik, belajar untuk mempermudah menuliskan berita. Banyak juga harapan-harapan lain yang diharapkan dengan adanya pelatihan jurnalistik ini, pastinya untuk mendewasakan seorang jurnalis.
22:15 / 11 November 2010
Jannah binti Maratais Tambunan
Rabu, 10 November 2010
kata-kata bijak
3 hal yang disukai Allah dan 3 hal yang dibenci Allah :
Allah suka:
1. menyembah- Nya dan tidak syirik kepada-Nya
2. berpegang teguh pada Allah dan tidak berpecah belah
3. saling memberi nasehat
Allah tidak suka:
1. mempercayai berita yang tidak jelas.
2. bertanya tidak pada tempatnya.
3. mubazir dan berfoya-foya.
GAGAL Itu Biasa
TAPI
TERUS BERUSAHA itu yang LUAR BIASA
KALAU KITA MEMULAI LANGKAH DENGAN RASA TAKUT ,…
MAKA
SEBENARNYA KITA TIDAK MELANGKAH,…
(A.H. Nayyar, Dh. D. Presiden Pakistan Peace Coalition).
MENJADI PENTING ITU BAIK,
TETAPI?....,,,,
MENJADI BAIK...,,
ITU LEBIH PENTING.!!!!
JADILAH KALIAN ORANG YANG…
yang paling kokoh sikapnya…
yang paling lapang dadanya…
yang paling dalam pemikiranya…
yang paling luas cara pandangnya…
yang paling rajin amal-amalanya…
yang paling solid penataan organisasinya…
yang paling BANYAK MANFAATNYA…
JIKA KITA SELALU BERINTERAKSI DENGAN
AL-QURAN, MAKA…
KITA AKAN SELALU MENDAPATKAN HAL BARU…
CITA_CITA DUNIA
DOA adalah wajah CITA-CITA kita
Menurut SAID IBNU MUSAYYID “Kebahagian Dunia”
adalah wanita sholehah.
Rasulullah SAW bersabda: “dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah (H.R.Muslim).
Lalu, siapakah wanita sholehah itu?
“Kalau dipandang menyenangkan hati, kalau diperintah ia taat, kalau di tinggal pergi ai menjaga diri ddan harta suaminya”
Menurut SOLIKHIN ABU IZZUDDIN kebahagiaan dunia:
1. salimul aqidah (hati yang bersih).
2. shahihul ibadah (mampu beribadah dengan baik)
3. berpenghasilan cukup
4. mampu meningkatkan kwalitas pekerjaan, karir dan penghasilan
5. qowiyul jism (terjaga kesehatan) sehingga bisa merasakan kenikmatan hidup
6. memiliki peningkatan keuangan dan bebas dari tekanan hutang (qodirun ‘ala kasb)
7. memiliki kendaraan yang baik. “(empat sebab kebhagiaan mukmin: rumah yang luas, kendaraan yang lancar, lisan yang selalu bersyukur dan istri sholehah)”.
8. memiliki jiwa yang tenang,hati tang teguh, dan percaya diri (matinul Khuluq)
9. bersih dari segala penyakit hati : iri, dengki,prasangka buruk
10. berkepribadian baik
11. terpelihara kehormatannya, akal, pikiran dan luas wawasannya melalui pengembangan diri (taqwimudz dzaat) pendidikan diri(tarbiyah dzatiyah)
12. munazhoman fi syu’nihi (bebas mengaktualisasikan diri)
13. berdisiplin tinggi dan dapat menguasai diri (mujahiduna li nafsihi)
14. dicintai dan dihargai oleh orang sekelilingnya
15. mampu berkarya dan menuangkan gagasan menjadi amal unggulan dengan rasa tanggung jawab
16. banyak teman dan erat persahabatanya
17. memiliki kedewasaan dan kematangan serta bermanfaat bagi orang lain. (naafi’un li Ghoirihi)
18. tulus dalam berbagi, berbakti dan mengabdi.
19. mampu mengambil peluang kebaikan dan berwibawa di hapdapan manusia
20. mampu mengambil hikmah (ibroh) disetiap peristiwa)
21. menjadi pribadi penting yang excellent, dibutuhkan, dan diperhitungkan dalam berperan, tetapi siap menerima untuk dipimpin (tawadhu)
22. mampu berjihad dijalan Allah sehingga mampu meraih khusnul khotimah, syahid di jalan Allah
Allah suka:
1. menyembah- Nya dan tidak syirik kepada-Nya
2. berpegang teguh pada Allah dan tidak berpecah belah
3. saling memberi nasehat
Allah tidak suka:
1. mempercayai berita yang tidak jelas.
2. bertanya tidak pada tempatnya.
3. mubazir dan berfoya-foya.
GAGAL Itu Biasa
TAPI
TERUS BERUSAHA itu yang LUAR BIASA
KALAU KITA MEMULAI LANGKAH DENGAN RASA TAKUT ,…
MAKA
SEBENARNYA KITA TIDAK MELANGKAH,…
(A.H. Nayyar, Dh. D. Presiden Pakistan Peace Coalition).
MENJADI PENTING ITU BAIK,
TETAPI?....,,,,
MENJADI BAIK...,,
ITU LEBIH PENTING.!!!!
JADILAH KALIAN ORANG YANG…
yang paling kokoh sikapnya…
yang paling lapang dadanya…
yang paling dalam pemikiranya…
yang paling luas cara pandangnya…
yang paling rajin amal-amalanya…
yang paling solid penataan organisasinya…
yang paling BANYAK MANFAATNYA…
JIKA KITA SELALU BERINTERAKSI DENGAN
AL-QURAN, MAKA…
KITA AKAN SELALU MENDAPATKAN HAL BARU…
CITA_CITA DUNIA
DOA adalah wajah CITA-CITA kita
Menurut SAID IBNU MUSAYYID “Kebahagian Dunia”
adalah wanita sholehah.
Rasulullah SAW bersabda: “dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah (H.R.Muslim).
Lalu, siapakah wanita sholehah itu?
“Kalau dipandang menyenangkan hati, kalau diperintah ia taat, kalau di tinggal pergi ai menjaga diri ddan harta suaminya”
Menurut SOLIKHIN ABU IZZUDDIN kebahagiaan dunia:
1. salimul aqidah (hati yang bersih).
2. shahihul ibadah (mampu beribadah dengan baik)
3. berpenghasilan cukup
4. mampu meningkatkan kwalitas pekerjaan, karir dan penghasilan
5. qowiyul jism (terjaga kesehatan) sehingga bisa merasakan kenikmatan hidup
6. memiliki peningkatan keuangan dan bebas dari tekanan hutang (qodirun ‘ala kasb)
7. memiliki kendaraan yang baik. “(empat sebab kebhagiaan mukmin: rumah yang luas, kendaraan yang lancar, lisan yang selalu bersyukur dan istri sholehah)”.
8. memiliki jiwa yang tenang,hati tang teguh, dan percaya diri (matinul Khuluq)
9. bersih dari segala penyakit hati : iri, dengki,prasangka buruk
10. berkepribadian baik
11. terpelihara kehormatannya, akal, pikiran dan luas wawasannya melalui pengembangan diri (taqwimudz dzaat) pendidikan diri(tarbiyah dzatiyah)
12. munazhoman fi syu’nihi (bebas mengaktualisasikan diri)
13. berdisiplin tinggi dan dapat menguasai diri (mujahiduna li nafsihi)
14. dicintai dan dihargai oleh orang sekelilingnya
15. mampu berkarya dan menuangkan gagasan menjadi amal unggulan dengan rasa tanggung jawab
16. banyak teman dan erat persahabatanya
17. memiliki kedewasaan dan kematangan serta bermanfaat bagi orang lain. (naafi’un li Ghoirihi)
18. tulus dalam berbagi, berbakti dan mengabdi.
19. mampu mengambil peluang kebaikan dan berwibawa di hapdapan manusia
20. mampu mengambil hikmah (ibroh) disetiap peristiwa)
21. menjadi pribadi penting yang excellent, dibutuhkan, dan diperhitungkan dalam berperan, tetapi siap menerima untuk dipimpin (tawadhu)
22. mampu berjihad dijalan Allah sehingga mampu meraih khusnul khotimah, syahid di jalan Allah
Jumat, 06 Agustus 2010
Alu harus semangat
Ini adalah kali ketiga aku buat blog. pertama dan kedua itu aku buat saat aku duduk di Madrasah Aliyah. Namun, blog-ku yang malang itu tak pernah ku hiraukan.
untuk itulah aku akan memulai untuk tetap akan mencoba mencintai menulis.
Aku harus BISA..
Aku harus MAU...
Aku harus MAMPU..
SEMANGAT...
untuk itulah aku akan memulai untuk tetap akan mencoba mencintai menulis.
Aku harus BISA..
Aku harus MAU...
Aku harus MAMPU..
SEMANGAT...
Langganan:
Postingan (Atom)