Aku ingin berangkat PJTLN Salam Ulos
Sebelum menulis essay yang baru saja kupelajari, aku punya sedikit omelan. “Setauku baru kali ini Dinamika mengadakan seleksi untuk menyaring kru yang akan jihad bil Qolamiha fi sabilillah”.( Ce-ciiee… mentang-mentang kuliah di IAIN jadi pakek bahasa arab). Ya begitulah, berbeda pemimpin, berbeda kepemimpinannya. Aku sangat setuju dengan dewan redaksi yang memutuskan membuat seleksi seperti ini, secara tidak langsung kalian telah memaksa kami untuk belajar lagi. Contohnya saja, akibat perbuatan kalian membuat perlombaan seperti ini, aku jadi:
1. Mempelajari apa itu essay
Sebab, sebelum ada seleksi ini, yang saya ketahui “essay” itu hanya sebuah nama yang menyatakan salah satu dari macam-macam tulisan. Aku sudah pernah membaca essay, namun tak pernah mempelajarinya. Hem… salut buat dewan redaksi…
2. Lebih termotivasi untuk menulis.
Jujur, aku sangat cemburu dengan mbak zee dan fauzan yang tulisannya sudah pernah dimuat di surat kabar. Cemburu sama bg molen yang cerpennya gak ada matinya, dan cemburu ma lulu n romi yang bisa memenangkan kompetisi menulis dan pergi ke padang halaban. Selama ini keinginan dan niat untuk menjadi penulis itu ada, bahkan sangat besar. Namun, cita-cita tinggi itu jarang aku wujudkan dengan kesepuluh jariku ini.
Berawal dari tawaran pak syahruddin (Pembina LPM dinamika) yang menawarkan untuk mengajari kita di dalam menulis profil, sejak itulah aku mempunyai niat yang besar untuk belajar menulis profil. Kemudian, karena adanya gebrakan dewan redaksi yang mengganti semua profil UKK-UKM yang amburadul menjadi layaknya sebuah profil, sejak itulah aku merealisasikan keinginan itu dengan profil Menwa. Alhamdulillah, tulisan profilku gak malu-maluin keluarga besar Tambunan. Ternyata, tulisanku itu menjadi salah satu contoh profil yang dijadikan contoh kru lain untuk menulis profil yang sedang ditanganinya. AKHIRNYA, sewaktu tadi siang datang ke secret, mengetahui bahwa salah satu syarat mengikuti PJTLN di Salam Ulos adalah adanya seleksi dengan cara membuat essay. Sejak detik itulah aku berpikir aku pasti bisa menulis essay. Dan malam ini adalah saksi dari keseriusanku. AKU HARUS BISA MENULIS ESSAY. Aku gak terlalu terobsesi mengikuti PJTLN di Salam Ulos ini, namun yang aku ambil dari sini adalah, aku mengikuti permainan dari dewan redaksi ini untuk memotivasi diriku sendiri untuk lebih bisa menulis.
Ya sudahlah… itu dia omelan yang aku maksud, sekarang waktunya menulis ESSAY yang kalian minta. Eh, sebelumnya, yang aku tulis tu jenisnya apa ya??? Essay kah??? Entahlah…
Sekali lagi,,,
Aku ingin berangkat PJTLN Salam Ulos
A. Mahasiswa dengan Menulis
Kalau aku ditanya apa salah salah satu kewajiban seorang mahasiswa? Aku akan menjawab, menulis. Kenapa? Karena kita belajar dari tulisan, kita membaca buku. Buku itu ditulis oleh penulis. Jikalau mahasiswa hanya membaca buku, siapa nantinya yang akan menulis? Maka habislah buku, tidak ada lagi tulisan. Karena begitu pentingnya tulisanlah sehingga mahasiswa itu penting untuk menulis. Siapa lagi kalau bukan mahasiswa?.
B. LPM DINAMIKA dengan Menulis
Sudah banyak bukti bahwa seorang wartawan/penulis di media massa ataupun media cetak berawal dari sebuah Pers Mahasiswa. Contoh dekatnya, Abangda Ali Murthado, abangda Sapriadi, dan abangda Rahmad fansur yang telah menjadi penulis dan wartawan. Jadi kalau ada pertanyaan bagaimana cara mudah bagi seorang mahasiswa IAIN untuk menjadi seorang penulis atau wartawan?. Masuk LPM Dinamikalah jawabannya.
C.KRU PERS LPM DINAMIKA dengan Menulis
Diatas sudah aku katakan bahwa cara mudah mahasiswa IAIN-SU untuk menjadi penulis atau wartawan adalah memasuki LPM DINAMIKA. Pernyataan itu memang benar dan pasti akan benar-benar terjadi jika kru pers sungguh-sungguh didalam mencapai keinginan itu. kesalahan fatal yang telah kami lakukan adalah terkadang kami mengabaikan kesempatan itu. mungkin banyak orang-orang yang ingin seperti kami. (Hem…baru nyadar). Untuk itu, kami sebagai krupers, aku khususnya, Jannah ingin menjadi wartawan handal. Pasrinya bukan hanya niat, namun direlisasikan, belajr dan terus belajar. Eh,,, lupa, 1 lagi, HARUS IKUT PELATIHAN JURNALISTIK DASAR MAUPUN LANJUT. (hihihihi,,, ngarep terus…)
D. Pentingnya Pelatihan Jurnalistik bagi KRUPERS LPM DINAMIKA
Pada hakikatnya semua orang wajib menulis. bukan hanya Pers saja yang mempunyai tugas untuk menulis. Semua orang harus bisa menulis, mulai dari presiden, mentri, dokter, polisi, dosen, guru, mahasiswa dan siswa. Sebab, mau tidak mau apapun itu profesinya, itu semua membutuhkan ilmu yang didapat dari buku. Semua ilmu kita dapatkan dari tulisan. Itulah mengapa penting untuk menulis.
Tidaklah dikatakan sah seorang PERS jikalau belum mengikuti pelatihan jurnalistik. Layaknya seorang TNI, tidak sah kalau belum mengikuti pelatihan militer. Begitu juga di LPM Dinamika IAIN-SU, jangan katakan kita seorang wartawan kampus kalau belum menikuti PJTD dan PJTLN. Sebab kerja pers adalah, membaca, meliput, dan menulis. Begitu juga dengan aku yang ingin menjadi seorang wartawan sesungguhnya, pastinya aku harus mengikuti PJTD dan PJTLN. Alhamdulillah aku sudah 2 kali mengikuti PJTD, yaitu PJTD yang diadakan LDK dan SUARA USU. Sekarang aku tinggal melanjutkan PJTD ku itu saja untuk ngantri menunggu giliran ikutan PJTLN(aamiin…).
Pelatihan Jurnalistik ada dua macam, yaitu
1. Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar.
Pelatihan ini adalah pelatihan tentang dasar-dasar jurnalistik. Pelatihan menulis berita, menulis feature, dan ilmu jurnalistik dasar lainnya. Yang dibahas dalam pelatihan ini hanya kulit-kulit dari ilmu jurnalistik. Biasanya pemateri yang didatangkan adalah penulis-penulis ataupun wartawan daerah.
2. Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional.
Bedanya dengan pelatihan jurnalistik tingkat dasar adalah, pelatihan ini mengupas ilmu jurnalistik yang sudah kita dapatkan dari PJTD agar menjadi ilmu yang sempurna. Hal ini aku simpulkan dari artikel-artikel orang. Aku belum mengerti betul bagaimana pastinya PJTLN ini. karena itulah AKU INGIN BERANGKAT PJTLN SALAM ULOS. Biar aku tau gimana sih PJTLN itu. (hehe..ngarep…)
PERS; membaca, meliput, dan menulis hasil liputannya. Namun masalah yang sering kita hadapi adalah kesulitan reporter untuk menuliskan beritanya. Disinilah peran pelatihan jurnalistik, belajar untuk mempermudah menuliskan berita. Banyak juga harapan-harapan lain yang diharapkan dengan adanya pelatihan jurnalistik ini, pastinya untuk mendewasakan seorang jurnalis.
22:15 / 11 November 2010
Jannah binti Maratais Tambunan
Mengenai Saya
- Siti Nurjannah Tambunan
- Medan, Sumatera Utara, Indonesia
- Aku diberi nama Siti Nurjannah tambunan. dengan nama itu, orang tuaku mengharapkan aku akan menjadi salah satu penghuni Jannah-Nya. namun, yang harus mereka tau, bukan hanya mereka yang menginginkan aku menjadi penghuni Jannah itu, namun aku juga mau membawa mereka ke dalamnya. 24 November 1991 silam aku dilahirkan dari rahim seorang wanita tangguh yang bernama Siti saidah. Ia membesarkanku bersama ayahanda Maratais tambunan. saat ini aku baru saja memulai studi S1 ku di IAIN-SU di Fakultas tarbiyah, Pendidikan Matematika. aku masih semester III. selain sebagai seorang mahasiswa, aku juga seorang Kru PERS LPM DINAMIKA IAIN-SU. Alhamdulillah, aku terpilih sebagai seorang fotografer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar